Bulan: Oktober 2021

Penulis Buku 69 Cara Traveling Gratis ke Luar Negeri

Jadi sekarang perbedaan prosedurnya begini (di-save ya?);
– Terbang di Jawa wajib tes swab antigen max 24 jam sebelumnya (di klinik yang sudah berafiliasi dengan Kemenkes) & sudah vaksin, semua harus sudah tercatat di aplikasi pedulilindungi.
– Sebelum masuk bandara harus verifikasi antigen & vaksin di mesin (slide 2) – eh tapi tadi mesinnya rusak dong!
– Pas check in di counter, tunjukkan pedulilindungi.
– GA pakai Airbus 330-200 tapi no seat distancing, no food, no drink, no magazine, no new movie.
– Sampai di bandara tujuan, petugas akan men-scan QR code dari e-Hac yang ada di pedulilindungi kita (jadi diisi dulu sebelumnya) – tapi pas nyampe ga ada sinyal! Jadi pake wifi YIA dulu, sebagian malah jadi manual.

Yang sudah terbang selama PPKM, bagaimana pengalaman kalian?

Setelah kembalinya saya dari perjalanan TNTrtw setahun keliling dunia pada 2013, ibu saya dinyatakan kena kanker lambung stadium 4. Selama setahun saya merawatnya bolak-balik Jakarta-Penang untuk pengobatan. Selama itu pula saya menulis buku TNTrtw yang sempat saya berikan kepadanya.

Ketika ibu membaik dan dirawat di rumah, saya diizinkan untuk liburan sambil diving ke Sipadan, Malaysia. Namun pagi itu saya ditelepon bahwa ibu saya meninggal dunia! Mulai dari dermaga inilah dalam 12 jam saya kalang kabut naik kapal yang mogok, taksi yang telat, naik 2 pesawat yang delay, transit, naik taksi lagi, ojek… sampai berada di sisi mendiang.

Saya sempat menyesal tidak berada di sisi ibu pada saat terakhirnya, tapi saya sadar bahwa itulah cara beliau mencintai saya dengan membiarkan saya traveling ke salah satu tempat terindah di dunia.

Gini-gini saya lulusan S2 bergelar Master in Management dari Asian Institute Management di Filipina atas beasiswa penuh dari Asian Development Bank-Japan scholarship lho! Setahun sekolah tentunya termasuk traveling bareng teman-teman keliling Filipina, salah satunya ke Negros Oriental ini.

Beasiswa adalah salah satu cara kita bisa traveling gratis di luar negeri. Masih ada 68 cara lain yang bisa kalian baca di buku 69 Cara traveling gratis yang saya tulis bersama Yasmin. Beli aja di mizanstore.com karena lagi diskon gila, jadi cuma Rp 30 ribu aja! Buruan order sebelum kehabisan!

Kuliner Terbaik di Bali dan Resep Makanan Lezat

BUKAN BAKSO KOPONG

Gak jd kopong gaes, gara2 minyaknya berbusa.
Serba salah mau mainin api, yg ada busanya tambah banyak. Setelah sekian lama menggoreng akhirnya aku pindah ke wajan dgn minyak baru lagi. Tetep ada busa walau gak separah yg pertama.
Ada yg tau kira2 kenapa minyak sampai busanya parah ? Uda kayak lava
gunung merapi.

Kalau karena telur, selama ini jg goreng adonan yg ada telurnya, tapi aman2 aja.
Kalau ada baking powder, tapi pakek nya dikit banget lo hanya 1/4sdt dan dulu2 juga aman2 aja.
Kalau minyaknya jelek, ini aku pakai minyak baru buka kemasan.

PUNYA JAGUNG DI RUMAH ?
Bikin ini aja endul.
Makannya gak mau berenti

resepnya Cireng jagung ala aku ya.

1buang jagung manis muda ukuran besar diserut
2 bawang merah
3 bawang putih
100cc air
1/2 sdt lada bubuk
1,5sdt garam
1sdt kaldu jamur
2 batang daun bawang
350-400gr tepung sagu

Resto Bali

Bali merupakan kota yang memiliki banyak sekali cafe instagrammable yang memukau. Aku seneng banget kalau udah sampai di Bali karena bisa hunting cafe – cafe dan resto lucu. Salah satunya adalah Fat Mermaid Bali yang memiliki makanan serta minuman yang sangat lezat.

Cute resto in Canggu area. Aku senang sekali makan di fat mermaid Bali, selain interior yang cute dan bagus untuk foto-foto, makanannya juga enak-enak! Kalau dilihat dari porsinya yang besar harganya jadi affordable deh ini. Paling favorit sih Choco Explosion, chocolate lava cake pakai mix berry compote yang luar biasa enaaaakk.

Sekitar satu jam perjalanan dari Ubud, kalian bisa menikmati air terjun Tukad Cepung ini. Aku selalu suka eksplor areanya, walaupun trek naik turunnya lumayan. Nah kalau datang di waktu dan musim yang pas bisa lihat cahaya yang tembus ke dalam goa ini, cantik banget. Tapi kalau lagi hujan seperti sekarang ya agak susah dapatnya. By the way kalau ke sini pakai alas kaki yang nyaman ya.

Perpanjangan Paspor Zaman Sekarang Sangat Praktis

𝘽𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙝𝙖𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡, digerakan oleh banyak orang dan akhirnya memberi gaung ke mereka yang bisa membantu perubahan besar. Liat postingannya Andini soal aus project, dari gaungan kecil menjadi besar dan bisa menggerakan perusahaan-perusahaan besar untuk memberi perubahan yang positif. (Coba deh cari dengan keyword 𝙏𝙝𝙖𝙣𝙠𝙮𝙤𝙪 consumer movement Australia, menarik dan inspiring!). Kampanye terima kasih adalah tentang membalikkan konsumerisme untuk membantu mengakhiri kemiskinan ekstrem – dan kita semua perlu melakukannya.

Udah tau klo ini sering banget diomongin, tapi lagi 𝗸𝗮𝗻𝗴𝗲𝗻 𝗯𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁 𝘁𝗿𝗶𝗽 𝗸𝗲 𝗹𝘂𝗮𝗿 𝗻𝗲𝗴𝗿𝗶, 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗝𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴 hiks, dari winter sampe pas sakura season selalu menyenangkan.. 𝗱𝘂𝗵 𝗽𝗮𝘀𝗽𝗼𝗿𝗸𝘂, 𝘀𝗮𝗯𝗮𝗿 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘆𝗮 **elus-elus paspor** Rasanya pasporku meraung – raung untuk minta di cap hahaha.

Pada banyak yang bilang klo paspor jadi nganggur di tahun 2020 ini, tapiiii… jangan sampe lupa ngurus ya, mulai dari perpanjangan paspor (ganti paspor baru karena habis masa berlaku), bikin paspor baru karena ada plan jalan di tahun depan, apapun itu yang berhubungan sama paspor, tetap penting buat inget diurusin, jangan sampe pas udah butuh taunya… baru inget udah abis masa berlaku, jangan sampe ya wkwk.

Nah, 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘂 𝘂𝗿𝘂𝘀-𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗽𝗮𝘀𝗽𝗼𝗿, 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗻𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗘𝗔𝗭𝗬 𝗣𝗮𝘀𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁, jadi ngurus paspor 𝗴𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗸𝗲 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗜𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶, tapi bisa disamperin (YESS!) sama petugas, ini buat pengurusan kolektif ya, jadi buat komunitas misalnya kantor, komplek perumahan, organisasi dengan minimal 50 pemohon. Klo masih satu lingkup kan meskipun 50 orang, koordinasi untuk tetap berjarak, pake masker dan lain-lainnya lebih enak, dan lebih aman karena udah sama-sama ngerti lah ya.

Oiya caranya gimana? Cukup dengan ada perwakilan yang kirim surat permohonan ke Kantor Imigrasi, atur jadwal, tempat dan lokasi, udah deh, tinggal urus pas harinya ya. Inget tetep jaga jarak, pake masker yang bener, cuci tangan, klo ga enak badan langsung cek OK. 𝗧𝗵𝗶𝘀 𝘁𝗼𝗼 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗹 𝗽𝗮𝘀𝘀, 𝘀𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗰𝗲𝗽𝗲𝘁 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻-𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝘆𝗲𝘀!

Perawatan Dari Rambut Hingga Kaki yang Populer

Perawatan Rambut

Gara-gara pernah dicek kulit kepalaku banyak penumpukan produk, jadi sadar itulah yang bikin ketombean, gatal-gatal, dan rambut juga enggak maksimal pertumbuhannya. Sejak itu aku jadi ekstra perhatian sama kulit kepala, dan thank God sekarang ada rangkaian produk dari Erhair Official Scalperfect yang mudah dibeli dan harganya oke!

– Scalperfect Exfoliating Gel: mild exfoliator yang mengandung BHA, allantoin, dan lavender oil untuk mengangkat residu produk dan minyak berlebih
– Scalperfect Shampoo: mengandung piroctone olamine dan climbazole yang ampuh untuk problema kulit kepala seperti ketombe dan dermatitis seboroik ringan
– Scalperfect Soothing Serum: serum ringan dengan allantoin dan silk protein untuk menenangkan, dan mengandung menthol juga yang super adem!!

Rangkaian ini efektif banget di kulit kepalaku untuk mengatasi gatal dan product buildup, hopefully semakin rajin pakai kulit kepala semakin sehat dan pertumbuhan rambut pun lancar jaya. Available di seluruh klinik ERHA, ecommerce, dan website erhastore.co.id.

Serum Wajah

Ini dia serum seharga under 100k yang aku pakai setiap pagi: Everwhite id Cica Soothing Serum. Suka banget sama teksturnya yang cepat meresap dan enggak lengket tapi hydrating dan nyaman di kulit. Kandungannya yang bikin calming ada cica (centella asiatica) dan allantoin. Terus mengandung niacinamide, rice ferment filtrate, glycyrrhizate (licorice root extract) juga yang bisa mencerahkan dan anti-ageing. Serum ini di aku membantu meredakan kemerahan, dan hidrasinya pas untuk dipakai pagi apalagi selama berkegiatan pakai masker. Semoga mini review ini berguna!

Sebamed Body Cleanser

Awalnya tau Sebamed Liquid Face and Body Cleanser ini dari temen yang punya eksim (eczema), dan dia cuma bisa pake body wash ini. Ikutan penasaran akhirnya pakai juga dan baru tau kalau bisa buat wajah!

Menurutku walaupun ini tipe body cleanser untuk kulit sensitif dan bermasalah, tapi feelnya ketika dipakai masih menyenangkan. Masih berbusa walaupun enggak banyak. Kulit badanku sih keringnya minta ampun deh, dan so far nyaman pakai Sebamed karena dia soap free dan punya pH 5.5 jadi bisa memperkuat skin barrier dan sekarang kulit bersisik aku membaik. Dipakai di wajah pun sama nyamannya, no problem buatku.

Pendakian Mandiri ke Gunung Sumbing Banyak Rintangan

Gunung Sumbing

Kalau kalian berencana ke Sumbing, cobalah jalur lintas, biar dapat semuanya. Beberapa lintas yang pernah aku kunjungi adalah Kaliangkrik – Garung, Banaran – Bowongso, dan yang terakhir kemarin Mangli – Garung.
Kalau mau lintas, minimal 3 hari ya, biar enggak capek2 banget. Dan berikut beberapa spot tercantik di Sumbing menurut versiku yang bikin aku balik lagi dan lagi :

1. Puncak Rajawali, adalah spot sunset view terbaik sepanjang sejarah hidupku. Aku sampai nangis dan gabisa berhenti sampai matahari benar2 tenggelam. INDAH BGT!!!!. Tapi ini kalo kamu beruntung ya, apalagi sekarang lagi musim penghujan, susah dicari.

2. Segara banjaran dan sederetan savana di sekitar kawah. Bakalan keren banget kalo kamu bikin video lari2 disini dan diedit slowmo+kasih backsong Novo Amor.

3. Lautan awan Sumbing dari segala view. Yesssss lautan awan terdahsyat terbaik sepanjang sejarah pendakianku.

4. Sunrise dari sisi timur Sumbing, Mangli/Kaliangkrik. Minimal di pos 3 ke atas. Belum pernah lihat langsung, tapi beberapa kali dikirim oleh kawan2 insatgram betapa amazing nya sunrise dipadu padankan bersama gumpalan awan gumawan yang saling beradu keelokan. Disamping itu, aku punya segudang cerita yang kutumpahkan disana.

Dalam bertualang di alam bebas, biasakan bertanggung jawab dengan peralatan tempurmu dengan membawanya sendiri. Bisa dibilang, gearmu adalah nyawamu, karena belantara ialah misteri dimana bahaya kapan saja bisa datang. Jadi, nggak ada ya yang cuma bawa tas selempang doang, terutama kaum hawa yang biasanya “menitipkan nyawa” kepada teman seperjalanannya. Kalo masih gamau bawa barang sendiri, gausah ke hutan deh, mungkin passionmu bukan disana. Kalo mau keren nggak harus ke gunung kok.

Nah kalian percaya nggak, backpack manis yang warnanya mentereng mencuri perhatian ini, di dalamnya bisa masuk tenda+semua peralatan pribadiku, tanpa harus merepotkan teman nitip ini dan itu. Walaupun kapasitasnya cuma 40L (biasanya aku bawa 50L) dia udah cukup banget buat bawa peralatan pribadi. Back system, hip belt, semua di design agar beban lebih banyak jatuh ke pinggul, dan selama perjalanan 3 hari 2 malam di Sumbing aku merasa nyaman banget sama si Deep Lake ini.

Lebih mendekat, dia punya banyak pocket yang sangat mempermudah ketika mau ambil barang2 yang sering kita gunakan, misal headlamp, snack, P3K, dll. Nggak ada alasan buat nggak jatuh cinta sama backpack ini, dari sekali lihat aja warnanya udah mempesona dan terlihat menonjol dari yang lain. Bukan cuma ke gunung, backpack ini juga masih masuk buat diajak traveling ke kota.

Tempat Unik Ini Tak Disangka Ada di Bumi

Danau Mati Jordan

Mengapung di salah satu danau yang paling asin di dunia yaitu danau Jordan. 2 tahun yg lalu, pertama kali ngesave salah satu foto yg aku temuin di explore instagram. Nggak nyangka, mimpi untuk menapaki dan floating di tempat ajaib ini terwujud. Ternyata tempatnya tidak ‘semenyangkan’ seperti di foto.

Karena danau mati ini sudah mulai kering, jadi air danaunya mulai menyusut jauuuuh banget.
Kita harus turun tebing yg mayan jauh dari tempat parkir. Sangat aku sarankan untuk pake sepatu! Kristal garamnya tajam tajam, mayan sakit kena telapak kaki. Terus karena penasaran, akhirnya aku iseng nyobain setitik air di sini. Cuma setitik air lho ya, rasanya kayak minum air yg dicampur 1 karung garam. Pulang pulang badan superrrr lengket, berasa gak mandi 1 bulan. Pengalaman yg super weird, tapi worth to try!

Gunung Prau Miliaran Bintang

Kepada bintang yang mendengar doa saya dan semesta yang akan mengabulkan segala permohonan saya. Kadang kita pernah merasa di posisi bawah, di mana semua perjuangan kita sia-sia, tanpa arah, tanpa angan.
Tapi ingatlah, di luar sana ada banyak penggemar rahasiamu yg bersusah payah ingin jadi sepertimu. Kadang kita lupa untuk bersyukur, coba lah hening sejenak. Ingat semua hal yg membuatmu bahagia, meski itu tidak bernilai oleh angka.

Kemana pun aku traveling, aku selalu membawa perangkat pendengar musik, menyendiri walau hanya untuk beberapa saat sebelum mengabadikan gambar. Untuk mengingatkan diri saya bahwa saya masih hidup dan harus terus hidup dengan baik. Entah itu sunrise, sunset atau bintang bintang yang hanya bisa digapai sebatas pandangan visual. Merenung sejenak, melepas semua dahaga akan penat.

Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan sesuatu dari satu sudut pandang. Kita tidak hidup dalam sebuah kotak bersudut, kita hidup dalam sebuah lingkaran imajiner tanpa batas. Kita yang menentukan luas jari-jarinya dgn mimpi, harapan & kerja keras. Semangat menggapai semua yang kita impikan dalam hidup. Yang pasti kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

Kemana Pun Perginya, Kameranya Tetap Pakai Oppo Reno 3

Bepergian keliling Indonesia adalah hal yang paling saya rindukan selama karantina mandiri. Mencari tempat yang indah untuk dijelajahi dan dibagikan kepada orang-orang menjadi hal terbesar yang pernah saya lakukan. Destinasi terakhir yang saya kunjungi sebelum pandemi adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Jawa Timur. Tumpak Sewu artinya ribuan air terjun.

Dari atas tampak seperti pohon kehidupan, dari bawah sangat kuat dan dari semua sudut, sangat menakjubkan. Air terjun ini dibayangi oleh Semeru, gunung berapi aktif dan gunung tertinggi di Jawa. Sumber cahaya merupakan salah satu bagian terpenting untuk mengambil gambar di kawasan ini karena cuaca yang mendung.

Bagaimanapun, saya menggunakan OPPO Reno 3 Pro dengan 64 megapiksel pada kamera utamanya untuk bidikan ini! Ketajaman yang luar biasa dan membuat semua gambar terlihat memukau!

Menjelajah Thailand

Bagian favorit saya dari perjalanan adalah bahwa saya bisa pergi ke banyak tempat yang menakjubkan.
Thailand salah satunya karena negara ini memiliki banyak sejarah menarik yang bisa dipelajari. Foto ini saya ambil menggunakan #OPPOReno3 ketika saya mengunjungi Gedung Emas di Kuil Putih Chiang Rai. Salah satu destinasi paling unik di Thailand.

Bangunan ini memiliki korelasi yang kuat dengan candi putih, karena
bangunan emas ini mewakili tubuh, sedangkan ubosot putih mewakili pikiran. Emas melambangkan bagaimana orang fokus pada keinginan duniawi dan uang. Bangunan putih mewakili ide untuk membuat jasa dan untuk fokus pada pikiran, bukan hal-hal materi dan kepemilikan.

Berkeliling Jordan

Salah satu destinasi di tahun 2019 yg paling terngiang ngiang sampai skrg adalah Jordan. Middle East memang punya keunikan alam dan budaya sendiri dari kontinen lain. Niatnya tahun ini ke UAE dan Oman, apa daya, harus tertunda sampai tahun depan. Baca berita terbaru, country border di Eropa bulan depan udah dibuka untuk negara anggota schengen dan penerbangan antar Eropa akan mulai beroperasi bulan depan.

Foto – foto yang sangat didapati dengan luar biasa ini juga diambil menggunakan Oppo Reno 3. Ponsel yang tergolong sangat terjangkau ini bisa menghasilkan foto bak kamera mewah.

Tetua Dusun Syam di Kalimantan Barat

Bersama Pak Gaya, tetua adat Dusun Syam, Batang Tarang, Sanggau, Kalimantan Barat.
Sebelum dan sesudah arak-arakan upacara adat Nyeser, dengan memanggil Amot, untuk menjaga hasil panen serta mengusir energi jelek di desa.

Gerimis menyambut kedatangan saya dan kawan-kawan memasuki Dusun Syam. Dengan hangat kami diajak untuk duduk bersama di teras Gereja Santo Lukas, paroki Batang Tarang, setelah sebelumnya Pak Gaya bersama kepala desa merapalkan mantra sambutan dan menyuguhkan seteguk minuman selamat datang pada kami.

Tak hanya itu, rupanya Pak Gaya tahu betul dan sempat menyaksikan lirikan mata saya yang tertuju pada secangkir kopi yang diseruput oleh kepala desa. Langsung saja ia menawarkan pada saya kopi lokal hangat beserta kudapan nya siang itu sembari menanti datangnya koloni Amot. Dengan bercampur bahasa lokal, Pak Gaya berbisik pada saya bahwa ia akan melanjutkan obrolan setelah ritual Nyeser ini selesai sore nanti.

Mulai dari teras depan gereja, sembari berkeliling hingga duduk santai di bawah pohon yang memiliki akar yang besar nan kuat yang telah berusia ratusan tahun, kami bertukar kisah. Berdiskusi banyak hal tentang ritual adat yang sudah bertahun-tahun digelar, menyimak rangkaian praktik kearifan lokal suku Dayak Taba, semangat taat generasi muda dalam ibadah, upaya pelestarian lingkungan serta mata pencaharian dan keseharian penduduk. Perbincangan ditutup tetiba sebagian warga mengundang saya untuk bergabung ketika Pak Gaya dipanggil untuk memimpin tugas lain yang tak kalah penting, yakni: Menyeruput sepanci kopi panas selanjutnya menjelang terbenamnya matahari , lengkap bersama kudapan dan sejenis arak lokal.

Mendatangi dan berbaur bersama sekelompok anak-anak Dusun Syam, Batang Tarang, Sanggau, Kalimantan Barat. ⁣Seperti biasa ketika menjelajah pelosok negeri, saya selalu menyempatkan bermain, bersenda gurau bercengkerama bersama bocah-bocah lokal. Mendengar kisahnya, apa yang disuka, permainan lokal favorit, termasuk saling melontarkan tebak-tebakan.⁣

Teriakan, rengekan, ajakan, serta gelak tawa bocah lokal negeri ini selalu menyuguhkan keriangan dan kebahagiaan tersendiri ketika menjelajah. Walau beda kekhasan, namun menyiratkan ruh yang sama: semangat dan harapan. ⁣

Tumbuh bersama kearifan, lebur mempelajari hingga mempraktikkannya ketika dewasa. Kebanggaan dan kebebasan dalam bermain. Tak melunturkan ajaran, tutur pinutur dan tradisi para orang tua. Termasuk turut pula antusias dalam ritual adat daerahnya. Seperti keceriaan dan semangat anak-anak ini dalam arak-arakan ritual Amot di sini. ⁣

Hingga diujung perbincangan saya bertanya pada mereka:⁣
“Kalian melihat arak-arakan Amot takut ga?”⁣

Kompak mereka menggeleng, menandakan tidak takut pada wujud Amot. Namun salah satu dari mereka, Desi, 7tahun, menjawab lantang:⁣
“Kami lebih takut melihat bapak yang itu!” ⁣
Seraya menunjuk rekan jurnalis saya Andry yang memotret kami, yang bertubuh gempal berambut kribo nanggung yang dihiasi brewok diwajahnya. Sebelas dua belas dengan Emmanuel Adebayor tatkala selesai berlatih mengangkat barbel di gym lokal binaan karang taruna ujung gang di kawasan sentra oleh-oleh kota Lomo, Togo.