Hari: 12 Maret 2024

Perbedaan AHA, BHA, dan PHA

AHA (Asam Alfa Hidroksi), BHA (Asam Beta Hidroksi), dan PHA (Asam Poli Hidroksi) adalah tiga bahan aktif yang sering digunakan dalam produk skincare untuk eksfoliasi kulit dan merawat kondisi kulit. Meskipun mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan tekstur dan penampilan kulit, namun ketiganya memiliki perbedaan dalam struktur kimia, cara kerja, serta kecocokan untuk jenis kulit tertentu.

1. AHA (Asam Alfa Hidroksi):

  • Struktur Kimia: AHA adalah kelompok asam organik yang terdiri dari molekul-molekul dengan satu gugus hidroksil (OH) yang terikat pada karbon alfa atom karboksilat. Contoh AHA termasuk asam glikolat, asam laktat, dan asam sitrat.
  • Cara Kerja: AHA bekerja dengan mengikis lapisan atas kulit yang kering dan mati, sehingga mempercepat pergantian sel-sel kulit dan menghasilkan kulit yang lebih cerah, halus, dan bercahaya.
  • Manfaat: Cocok untuk kulit kering, kusam, dan berjerawat karena dapat meningkatkan hidrasi kulit dan menyamarkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan halus.
  • Sifat: Biasanya bersifat hidrofilik, sehingga lebih cocok untuk kulit yang kurang berminyak.

2. BHA (Asam Beta Hidroksi):

  • Struktur Kimia: BHA adalah kelompok asam organik yang memiliki gugus hidroksil (OH) yang terikat pada atom karbon beta dalam rantai hidrokarbon. Asam salisilat adalah contoh BHA yang paling umum digunakan.
  • Cara Kerja: BHA memiliki struktur molekul yang dapat menembus lebih dalam ke dalam pori-pori kulit, membersihkannya dari kotoran, minyak berlebih, dan sel-sel kulit mati. Hal ini membantu mengatasi pori-pori yang tersumbat dan jerawat.
  • Manfaat: Cocok untuk kulit berminyak, berjerawat, dan berkomedo karena dapat mengontrol produksi minyak dan mencegah kemunculan jerawat baru.
  • Sifat: Biasanya bersifat lipofilik, sehingga dapat bekerja baik di dalam pori-pori yang berminyak.

3. PHA (Asam Poli Hidroksi):

  • Struktur Kimia: PHA adalah kelompok asam organik yang memiliki lebih dari satu gugus hidroksil (OH) dalam molekulnya. Ini termasuk glukonolakton dan laktobionat.
  • Cara Kerja: PHA memiliki ukuran molekul yang lebih besar dibandingkan AHA dan BHA, sehingga memberikan efek eksfoliasi yang lebih lembut dan menyeluruh tanpa menyebabkan iritasi atau sensitivitas kulit.
  • Manfaat: Cocok untuk kulit sensitif, kering, dan rosacea karena memberikan efek eksfoliasi tanpa menyebabkan iritasi atau pengeringan berlebih pada kulit. Selain itu, PHA juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas.
  • Sifat: Lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif karena memiliki struktur molekul yang lebih besar.

Meskipun AHA, BHA, dan PHA memiliki perbedaan dalam struktur kimia, cara kerja, dan kecocokan untuk jenis kulit tertentu, namun ketiganya memiliki manfaat eksfoliasi yang penting dalam merawat kulit. Pemilihan bahan aktif tergantung pada kebutuhan kulit individu dan masalah kulit yang ingin diatasi. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing bahan aktif dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penggunaan produk yang mengandung AHA, BHA, atau PHA, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli dermatologi untuk saran yang lebih spesifik.